Jakarta,, JURNALOKA.COM – Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima gelombang aspirasi yang sangat besar. Hingga saat ini, Komisi telah menampung masukan dari 100 kelompok masyarakat dan lebih dari 300 dokumen tertulis.
“Perlu kami sampaikan kepada saudara-saudara, kami sudah menerima lebih dari 100 kelompok masyarakat yang secara aktif memberi masukan dalam rangka reformasi kepolisian dan juga lebih dari 300 masukan tertulis,” kata Jimly di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dan Kepala Lembaga Republik Indonesia. Jimly menjelaskan bahwa antusiasme ini menunjukkan betapa besarnya harapan publik terhadap masa depan kepolisian.
Partisipasi Publik dan Kunjungan Daerah
Selain menerima audiensi di Jakarta, tim Komisi juga bergerak aktif mengadakan pertemuan di berbagai daerah. Langkah ini bertujuan untuk menjaring pendapat dari berbagai lapisan kelompok masyarakat secara langsung.
Jimly menilai banyaknya masukan tersebut merupakan cerminan cinta masyarakat terhadap institusi Polri. Namun, ia juga tidak menampik bahwa banyak aspek internal yang memang mendesak untuk segera dibenahi.
“Perhatian masyarakat kita mengenai kepolisian luar biasa, (Polri) adalah aparat negara yang sangat dicintai oleh rakyat, tetapi bersamaan dengan itu banyak hal-hal yang perlu diperbaiki ke depan,” ujarnya dengan tegas.
Menjaga Kekompakan dan Menepis Isu Negatif
Jimly mengharapkan sinergi yang kuat antara Komisi Percepatan Reformasi Polri dan berbagai instansi pemerintah. Kerja sama ini menjadi kunci utama untuk menghasilkan keputusan konkret yang sesuai dengan ekspektasi publik.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap fokus pada upaya produktif. Jimly meminta publik agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Mudah-mudahan ini nanti dengan kompaknya ya, antar-Komisi Percepatan Reformasi dengan pemerintah, mudah-mudahan ini akan mengarahkan perhatian masyarakat lebih produktif ke depan. Tidak usah lagi terlalu risau gitu dengan berbagai isu yang mungkin memecah belah kita,” tuturnya.
Perlu diketahui, pembentukan komisi ini merupakan perwujudan janji Presiden Prabowo. Pemerintah merespons desakan masyarakat pada Agustus 2025 lalu untuk melakukan transformasi mendalam di tubuh Korps Bhayangkara.
#ReformasiPolri #JimlyAsshiddiqie #Polri #PresidenPrabowo #BeritaTerkini #Jurnaloka








