Jakarta, JURNALOKA.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme tinggi terkait ketahanan pangan nasional. Setelah Indonesia dinyatakan swasembada beras pada tahun 2025, kini pemerintah membidik komoditas jagung untuk segera mencapai target serupa dalam waktu dekat.
Rencana besar ini terungkap saat Presiden menghadiri acara Panen Raya dan Pengumuman Indonesia Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu. Prabowo menyebut telah menerima komitmen kuat dari jajaran kementerian terkait serta dukungan aparat keamanan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan
Kepala Negara menjelaskan bahwa target ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan Menteri Pertanian dan berbagai pihak pendukung lainnya. Hal ini dilakukan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan luar negeri.
“Saya dijanjikan oleh Pak Amran, oleh Wamentan (Sudaryono, red.), didukung oleh TNI dan Polri bahwa jagung pun, kita dalam waktu dekat, akan swasembada,” kata Presiden Prabowo di hadapan para petani.
Presiden menekankan bahwa pencapaian swasembada jagung memiliki dampak domino yang sangat positif bagi sektor peternakan. Mengingat jagung adalah bahan baku utama pakan, maka ketersediaan yang melimpah akan secara otomatis menekan biaya produksi ternak.
“Pakan akan murah untuk seluruh peternak, petani kita, akan kita turunkan. Kalau bisa, kita turunkan lagi harga-harga pupuk,” sambung Presiden dengan penuh semangat.
Komitmen Penurunan HET Pupuk dan Kesejahteraan Petani
Sebagai langkah konkret mendukung produktivitas, pemerintah telah bergerak cepat menurunkan beban biaya tani. Sejak 22 Oktober 2025, Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga angka 20 persen.
Kebijakan strategis ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Dengan aturan baru tersebut, harga Urea kini menjadi Rp1.800 per kg, NPK Rp1.840 per kg, dan pupuk organik turun menjadi Rp640 per kg.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa visi utamanya adalah menciptakan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil. Beliau ingin memastikan seluruh komponen produksi pangan, mulai dari benih hingga pupuk, dapat diakses dengan harga yang sangat terjangkau.
“Saya ingin jadi Presiden, prestasi yang saya idam-idamkan, di mana harga-harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun, harga (turun, red.) untuk rakyat-rakyat kita di semua bidang,” tegasnya.
Selain masalah harga, Prabowo juga menaruh perhatian besar pada mobilitas sosial keluarga petani. Ia berharap kesejahteraan yang meningkat dapat membuka jalan bagi anak-anak petani untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.
“Saya ingin nanti anak-anak petani kembali anak-anaknya bisa sekolah tinggi, anak-anaknya bisa jadi insinyur, anak-anaknya bisa jadi jenderal, seperti sekarang itu mentan-mu anak petani, wamentan-mu anak petani, sekarang jadi menteri dan wakil menteri,” pungkas Presiden.
#PresidenPrabowo #SwasembadaJagung #PanganMurah #PupukSubsidi #PetaniSejahtera #KetahananPangan #JawaBarat








