Jakarta, JURNALOKA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa pihaknya sedang menelusuri keterlibatan anggota Komisi V DPR RI periode 2019-2024 lainnya. Langkah ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Penyelidikan Mendalam Peran Legislator
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan informasi tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. “Ini masih akan terus kami telusuri,” ujar Budi saat memberikan keterangan kepada awak media.
Pihak lembaga antirasuah memandang penetapan Sudewo (SDW) sebagai tersangka baru merupakan pintu masuk yang sangat penting. Penyidik ingin mengusut apakah ada peran anggota dewan lain dalam berbagai proyek di DJKA yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
Fokus Penyidikan dan Fakta Persidangan
Meskipun sedang mengembangkan kasus, KPK saat ini masih memberikan perhatian penuh pada proses hukum Sudewo. Penyidik terus mendalami keterangan saksi dan alat bukti untuk memperkuat berkas perkara politisi tersebut sebelum melangkah lebih jauh ke oknum lainnya.
“Kami juga bisa masuk, apakah kemudian ada peran-peran dari anggota dewan lainnya dalam proyek-proyek di DJKA? Apakah juga ada dugaan aliran-aliran uang lainnya kepada para anggota dewan di Komisi V? Nah ini tentu masih akan terus kami telusuri, kami dalami,” katanya.
Budi menambahkan bahwa saat ini fokus utama tetap pada penyelesaian perkara Sudewo. “Saat ini kami masih fokus dulu terkait dengan penetapan saudara SDW sebagai tersangka dalam perkara DJKA,” jelasnya.
Nama Sudewo sendiri telah mencuat sejak persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang pada November 2023 lalu. Dalam persidangan tersebut, jaksa menunjukkan barang bukti berupa foto uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disita dari kediaman Sudewo.
Nilai uang yang disita kabarnya mencapai Rp3 miliar. Namun, Sudewo membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan tidak pernah menerima uang ratusan juta rupiah dari pihak PT Istana Putra Agung maupun dari pejabat pembuat komitmen di BTP Jawa Bagian Tengah.
Sejauh ini, KPK telah menetapkan 20 orang tersangka dan dua korporasi dalam skandal yang bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada April 2023. Proyek yang bermasalah meliputi jalur kereta ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso hingga proyek jalur kereta di Makassar dan Cianjur.
#KPK #KorupsiDJKA #Sudewo #KomisiVDPR #KementerianPerhubungan #Jurnaloka #BeritaKorupsi








