أَكْثِرْ مِنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ، فَإِنْ كُنْتَ فِي ضِيقٍ مِنَ الْعَيْشِ وَسَّعَهُ عَلَيْكَ، وَإِنْ كُنْتَ فِي سَعَةٍ مِنَ الْعَيْشِ ضَيَّقَهُ عَلَيْكَ.
Umar bin Abdul Aziz رحمه الله berkata:
“Perbanyaklah mengingat maut. Jika engkau dalam kesempitan hidup, ia akan melapangkannya untukmu. Dan jika engkau dalam kelapangan hidup, ia akan menyempitkannya bagimu (agar engkau tidak terbuai dan lupa diri).”
PENJELASAN
Mengingat kematian bukan untuk membuat kita takut dan larut dalam kesedihan, tetapi untuk menyadarkan kita tentang hakikat kehidupan yang sesungguhnya.
mengingat maut adalah terapi hati. Ia menjadi penyejuk bagi yang susah, dan menjadi pengingat bagi yang berlebihan. Ia menyelaraskan perspektif kita tentang dunia, agar kita hidup dengan hati yang qana’ah (merasa cukup) dan selalu bersiap menuju kehidupan yang kekal.| Taarikh ibn ‘Asyaakir (54/164)
Youtube: Madarif Institute
Instagram: @madarifinstitute
Web: madarifinstitute.org


