Jawa Timur, JURNALOKA.COM – Penjabat (Pj.) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustofan, bergerak cepat memperkuat barisan kepemimpinan organisasi. Ia menyambangi sejumlah pesantren besar di Jawa Timur guna melaksanakan rapat serta musyawarah internal pada Jumat (19/12). Langkah ini menjadi bagian penting dari konsolidasi dan penguatan kepemimpinan jam’iyyah NU di tingkat akar rumput.
Zulfa mengawali rangkaian agenda panjangnya di Jawa Timur dengan mengunjungi kediaman Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar. Pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, ini menjadi simbol kepatuhan struktural terhadap ulama senior.
“Silaturahmi dan musyawarah dengan Rais Aam merupakan bagian dari adab jam’iyyah NU. Di sinilah kita meneguhkan khidmah, menjaga sanad keilmuan, dan memastikan setiap langkah organisasi tetap berada dalam tuntunan para ulama,” kata Zulfa secara tegas dalam keterangan tertulisnya.
Menjaga Sanad Keilmuan dan Khidmah Organisasi PBNU
Setelah dari Surabaya, Zulfa bergerak menuju Kediri didampingi oleh Wakil Rais ‘Aam PBNU, KH. Anwar Iskandar, serta Wakil Sekjen Gus Maksum Faqih. Rombongan PBNU ini langsung menuju Pondok Pesantren Al Falah Ploso untuk sowan dan bersilaturahmi dengan KH. Nurul Huda Djazuli.
Kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya restu dari para kiai sepuh dalam menjalankan roda organisasi sebesar NU. Zulfa memastikan bahwa komunikasi antara pengurus pusat dan pengasuh pondok pesantren tetap berjalan harmonis dan intensif.
Rangkaian silaturahmi tersebut kemudian berakhir dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Di sana, rombongan menemui KH. Kafabihi Mahrus untuk mendiskusikan berbagai isu keumatan terkini yang sedang berkembang di masyarakat.
Ikhtiar PBNU Memperkokoh Persatuan Ulama dan Umat
Bagi Zulfa, sowan kepada para masyaikh pesantren bukan sekadar agenda kunjungan formalitas belaka. Ia memandang kegiatan ini sebagai ikhtiar batin dan lahir untuk menjaga tradisi NU yang berakar kuat pada adab serta persatuan para ulama.
“NU dibangun dengan adab, persatuan, dan khidmah. Sowan kepada para kiai adalah ikhtiar menjaga keutuhan jam’iyyah agar NU tetap kokoh dalam membimbing umat dan menjaga persatuan,” ujar Zulfa menambahkan.
Upaya ini secara konsisten dilakukan PBNU untuk menguatkan ukhuwah di lingkungan ulama. Melalui langkah ini, organisasi berupaya menjaga marwah sekaligus memastikan Nahdlatul Ulama tetap istiqamah dalam khittah perjuangannya di masa depan.
#PBNU #KHZulfaMustofan #NahdlatulUlama #SowanKiai #PesantrenJatim #KonsolidasiNU #KhittahNU








