Jakarta, JURNALOKA.COM – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan mengenai kondisi rumah ibadah saat ini. Ia menyebut sekitar 75 persen masjid di seluruh Indonesia masih memiliki persoalan serius pada sektor sound system atau pengeras suara akustik.
Kondisi ini memerlukan perbaikan segera, terutama pada aspek operasional dan teknis pemasangan perangkat suara. JK menilai bahwa selama ini banyak pengeras suara masjid terpasang tanpa perencanaan yang matang sehingga kualitas suaranya tidak optimal.
Kendala Teknis dan Kurangnya Pemahaman Pemasangan
Menurut JK, pemasangan perangkat suara seringkali dilakukan oleh pihak yang kurang memiliki pemahaman teknis mendalam. Hal ini mengakibatkan kualitas suara yang dihasilkan tidak sesuai dengan fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah yang tenang.
“Di seluruh Indonesia, sekitar 75 persen masjid itu punya sound system yang perlu diperbaiki operasionalnya, karena yang memasang itu kadang-kadang anak-anak yang tinggal di masjid, Jadi, cara pasangnya yang penting bunyi,” kata JK dalam Pelatihan Akustik Masjid bagi 109 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Jakarta, Minggu.
Beliau menjelaskan bahwa sistem suara masjid seharusnya menyesuaikan dengan ukuran fisik dan kemegahan bangunan. Selain itu, kondisi lingkungan sekitar serta karakter masyarakat setempat juga menjadi faktor penentu dalam pengaturan audio yang tepat.
Menciptakan Suasana Ibadah yang Syahdu
Penggunaan volume suara yang terlalu keras justru berpotensi menghilangkan kekhusyukan jamaah saat beribadah. JK mengingatkan bahwa esensi dari masjid adalah menghadirkan ketenangan bagi siapa saja yang datang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
“Perubahannya besar padahal perlu. Harus sesuai dengan kebesaran masjid, suasana masyarakat, dan tidak asal pasang. Bukan membesarkan suara saja,” katanya menambahkan.
Mantan Wakil Presiden RI ini menekankan bahwa masjid harus mampu menghadirkan suasana yang syahdu karena statusnya sebagai tempat ibadah, bukan sarana hiburan yang identik dengan suara bising.
“Masjid itu harus syahdu. Ini ibadah, bukan hiburan. Kalau hiburan mungkin orang bisa tidur, tapi ini ibadah, jadi harus syahdu,” tegas JK.
Melalui pelatihan ini, JK mengharapkan para pengurus masjid atau DKM dapat memahami urgensi tata suara yang baik. Dengan pengaturan akustik yang benar, proses ibadah dapat berlangsung dengan lebih khusyuk, nyaman, dan menyentuh hati para jamaah.
#JusufKalla #DewanMasjidIndonesia #AkustikMasjid #SoundSystemMasjid #DMI #IbadahKhusyuk #InfoMasjid








