Jika Hamba Mengenal Allah

Pendiri Madarif Institutie Ustadz Arifin Nugroho. S.H.I, Lc. MA/Foto:Dokumen Pribadi
Pendiri Madarif Institutie Ustadz Arifin Nugroho. S.H.I, Lc. MA/Foto:Dokumen Pribadi

قَالَ سَلَمَةُ بْنُ دِينَارٍ رَحِمَهُ اللَّهُ:
خَصْلَتَانِ مَا تَرَكْتُهُمَا مُنْذُ عَرَفْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ: إِخْلَاصُ الْعَمَلِ، وَتَرْكِي لِلطَّمَعِ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَ خَلْقِ اللَّهِ.

Salamah bin Dinar رحمه الله berkata:

“Ada dua hal yang tidak pernah aku tinggalkan sejak aku mengenal Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia: keikhlasan dalam setiap amal dan meninggalkan harapan terhadap apa yang ada di tangan makhluk Allah.”

Baca Juga:  Tafsir Al-Fatihah : Ayat ke 5

PENJELASAN

Ucapan ini menggambarkan kedalaman iman seorang yang mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Jika seorang hamba telah mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah, ia memurnikan seluruh amalnya hanya untuk mencari ridha-Nya.

Dan bersamaan dengan itu, ia memutus harapan dari makhluk; tidak lagi menggantungkan diri kepada manusia, karena ia tahu bahwa semua makhluk hanyalah perantara, bukan pemilik rezeki atau penentu takdir.

Baca Juga:  Menggali Hikmah dan Kesabaran dalam Kisah Murid dan Guru (Surah Al-Kahfi Ayat 67-82)

Inilah tanda orang yang telah mengenal Allah:
hatinya bersih dari riya, dan tenang dari tamak. Ia hidup dengan yakin bahwa cukup baginya Allah sebagai penolong, pemberi, dan penentu segalanya.

Min Mawaidz Al Anbiyaa wa ash Shohabah wa at Tabi’iin

Madarif Institute
Youtube: Madarif Institute
Instagram: @madarifinstitute
Web: madarifinstitute.org

Baca Juga:  Penyejuk Bagi Kesulitan dan Pengingat Bagi Kelapangan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *