Pesawat Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros-Pangkep, Basarnas Makassar Kerahkan Ratusan Personel

Tim SAR gabungan menyisir wilayah Leang-Leang untuk mencari pesawat ATR 42-500 berpenumpang 11 orang yang hilang radar.

Pesawat ATR 42-600S yang bisa lepas landas dan mendarat di landasan pacu sepanjang hanya 800 meter. ANTARA/ATR/pri.

Maros JURNALOKA.COM – Basarnas Makassar bergerak cepat mengerahkan puluhan personel dalam tim SAR gabungan. Tim ini mencari korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang diduga mengalami kecelakaan. Lokasi pencarian berada di wilayah antara Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, memberikan keterangan resmi mengenai operasi tersebut pada hari Sabtu. Dia menjelaskan bahwa titik koordinat awal berasal dari data Airnav Makassar.

“Kami tim SAR gabungan melaksanakan operasi SAR kecelakaan pesawat di Leang-Leang yang mana diberikan titik koordinat (lokasi hilang kontak) oleh Airnav Makassar di sekitaran Maros, Leang-leang,” ujar Andi Sultan.

Baca Juga:  Kisah Viral dokter Pratik Joshi dan Keluarga Korban Insiden Air India

Koordinat Hilang Kontak dan Data Penumpang

General Manager Airnav, Kristanti, memberikan informasi awal mengenai insiden tersebut. Pesawat dengan rute Yogyakarta menuju Makassar ini hilang kontak di sekitar daerah Maros-Pangkep.

Titik koordinat terakhir terpantau pada 04°57’08” S 119°42’54” E. Pesawat tersebut membawa total 11 orang di dalamnya (person on board). Data menunjukkan terdapat delapan orang kru pesawat dan tiga orang penumpang dalam penerbangan tersebut.

Pengerahan Ratusan Personel dan Peralatan Canggih

Tim SAR Gabungan tidak main-main dalam melakukan pencarian. Mereka langsung menerjunkan berbagai armada mulai dari mobil truk, drone, hingga rescue car ke lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.

Baca Juga:  Pesawat Kargo Smart Air Tergelincir di Tiom, Papua Pegunungan

“Personel kita sudah dikerahkan. Kita berangkatkan sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi sebanyak lima orang,” tutur Andi Sultan menjelaskan tahapan awal evakuasi.

Pihak Basarnas kemudian mengirimkan bantuan tambahan secara bertahap. Sortir kedua melibatkan 15 personel, sementara sortir ketiga menggerakkan seluruh potensi SAR yang tersedia.

“Selanjutnya, diberangkatkan sortir kedua 15 orang personel. Dan sortir ketiga kita memberangkatkan lagi potensi-potensi SAR yang ada, total sekitar 360 orang. Kita juga dibantu TNI dan kepolisian dalam operasi SAR dalam pencarian,” ucap Sultan mengakhiri penjelasannya.

Baca Juga:  Pesawat Kargo Smart Air Tergelincir di Tiom, Papua Pegunungan

#PesawatJatuh #BasarnasMakassar #IndonesiaAirTransport #MarosPangkep #InfoTerkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *