KOTA BEKASI, Jurnaloka.com – Bank Sampah Besakih Hijau Mandiri resmi diluncurkan pada Sabtu, 29 November 2025. Peresmian bertempat di Perumahan Purigading Vila Besakih, Jati Melati, Kota Bekasi. Acara Grand Launching ini menjadi momentum penting dalam penguatan gerakan lingkungan berbasis partisipasi warga. Selain itu, bank sampah membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Lahir dari Semangat Gotong Royong Lingkungan
Bank Sampah Besakih Hijau Mandiri lahir dari keprihatinan atas meningkatnya volume sampah rumah tangga. Oleh karena itu, bank sampah didirikan melalui kolaborasi warga, tokoh masyarakat, serta semangat gotong royong sebagai solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Inisiatif ini juga didorong oleh kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Karena itu, bank sampah hadir sebagai sarana edukasi, pemberdayaan, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bank sampah ini mengusung visi Mewujudkan lingkungan hijau yang mandiri, bersih, sehat, dan berdaya ekonomi melalui pengelolaan sampah berkelanjutan. Selanjutnya, mereka menjalankan misi menggerakkan partisipasi aktif warga dan mengembangkan sistem yang efisien.
Motto: Dari Sampah Menjadi Berkah

Motto bank sampah ini adalah “Dari Sampah Menjadi Berkah, Dari Lingkungan Menjadi Kehidupan.” Motto ini mencerminkan filosofi bahwa sampah bukanlah akhir, melainkan awal dari kebermanfaatan.
Ketua Pengelola Ungkap Harapan Jangka Panjang
Dalam sambutannya, Hery Jauhari, Ketua Pengelola Bank Sampah Besakih Hijau Mandiri, menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini. Beliau menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga perubahan budaya, tanggung jawab, serta pemberdayaan warga.
“Bank Sampah Besakih Hijau Mandiri adalah wadah bersama. Kita bangun bukan hanya untuk kita hari ini saja, namun untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya peserta yang datang sejak pagi. Pada acara peluncuran ini, sebanyak 65 Nasabah Perdana langsung mendaftar dan melakukan setoran nabung perdana. Program ini sangat membantu dalam mengurangi sampah rumah tangga sambil memberikan manfaat ekonomi langsung.
Dukungan Tokoh dan Program Pengelolaan Sampah
Peresmian ditandai oleh Pemecahaan Balon Bank Sampah oleh Bapak Yusuf Zulkarnain, mewakili Tokoh Masyarakat. Meskipun Ketua RW 013, Bapak H. Suryadi Sutopo, berhalangan hadir, beliau sudah memberikan restu penuh untuk pendirian ini. Acara juga dihadiri serta didukung penuh oleh Ketua RT 04 dan RT 05.
Grand Launching ini turut dihadiri perwakilan Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi, yaitu Ibu Nena, Koordinator Wilayah BSIP Pondok Melati, yang menyampaikan dukungan dan apresiasi.
IntegrasiDalam mendukung gerakan Green Entrepreneurship, warga yang bergerak aktif dalam pengelolaan sampah anorganik kini juga memiliki opsi untuk menjual sampah organik hasil fermentasi mereka. Sebagai contoh, produk pendukung lingkungan seperti Pressolind GOLD juga menjadi bagian dari ekosistem ini, yang mana setiap penjualan Pressolind GOLD memberikan komisi afiliasi sebesar Rp 100.000 per Box kepada agen atau pihak terkait. Hal ini memperkuat sinergi antara gerakan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.








