Bali, JURNALOKA.COM – Pemerintah Provinsi Bali resmi memperkuat sinergi dengan Inggris untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor krusial. Fokus utama kolaborasi ini mencakup transformasi pariwisata, sistem pengelolaan sampah modern, hingga solusi kemacetan lalu lintas.
Dalam pertemuan strategis bersama Wakil Duta Besar Inggris, Matthew Downing, di Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan infrastruktur pulau melalui kemitraan internasional yang solid.
Ambisi Bali Tuntaskan Masalah Sampah dan Transportasi
Gubernur Koster mematok target tinggi untuk memperbaiki kualitas lingkungan Bali dalam jangka pendek dan menengah. Ia menekankan bahwa sistem yang dibangun harus bersifat berkelanjutan dan komprehensif.
“Target saya adalah menyelesaikan masalah pengelolaan sampah dalam dua tahun, dan pada tahun 2030, mencapai peningkatan signifikan dalam kemacetan lalu lintas dan infrastruktur,” kata Koster dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu.
Terkait isu sampah, Pemprov Bali tengah mengejar pendekatan dari hulu ke hilir. Salah satu proyek mercusuarnya adalah pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi yang dirancang mampu mengolah lebih dari 1.000 ton sampah setiap harinya.
Dukungan Teknologi dan Konsultan Ahli dari Inggris
Menanggapi visi tersebut, Wakil Duta Besar Inggris Matthew Downing menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung sektor prioritas Bali. Inggris akan memfasilitasi pertemuan dengan mitra teknologi dan konsultan ahli yang relevan.
“Melalui Program Infrastruktur Kota Masa Depan, misalnya, kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk menyelesaikan studi kelayakan proyek-proyek transportasi,” ujar Downing.
Selain transportasi, Downing menambahkan bahwa Inggris akan menghubungkan Bali dengan konsultan ahli di bidang daur ulang sampah dan pendidikan publik. Tidak hanya itu, Pemerintah Skotlandia juga menunjukkan minat besar untuk kerja sama ekonomi, termasuk rencana misi perdagangan di sektor kesehatan dan pangan.
Di sisi lain, pariwisata tetap menjadi magnet utama. Dengan rekor 7 juta wisatawan asing pada tahun 2025, Bali terus memperketat penegakan hukum bagi warga asing untuk menjaga kualitas keamanan. Downing mencatat ada sekitar 270.000 warga Inggris yang berkunjung ke Bali sepanjang 2025, dan diprediksi melonjak menjadi 350.000 pada tahun 2026.
#BaliInggris #PariwisataBali #PengelolaanSampah #InfrastrukturBali #WayanKoster #BeritaBali #Jurnaloka








