Saleh Daulay Tegaskan Reshuffle Kabinet Merupakan Hak Prerogatif Konstitusional Presiden Prabowo

Ketua Komisi VII DPR RI Menilai Evaluasi Menteri Diperlukan untuk Membumikan Astacita dan Menangani Tantangan Global

Arsip - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (3/7/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/aa.

Jakarta, JURNALOKA.COM – Wakil Ketua Umum DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, memberikan tanggapan tegas mengenai isu perombakan kabinet atau reshuffle. Ia menyebut bahwa langkah tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden RI Prabowo Subianto yang telah mendapatkan jaminan dari konstitusi.

Saleh menjelaskan bahwa sejak awal Presiden sendiri yang meminta para menteri untuk bergabung guna membantu jalannya pemerintahan. Oleh karena itu, Presiden memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pengawasan terhadap para pembantunya tersebut.

Evaluasi Kinerja Berdasarkan Konstitusi

Dalam perjalanan pemerintahan, Presiden terus mengevaluasi dan memonitor kinerja para menteri secara berkala. Menurut Saleh, jika hasil evaluasi menunjukkan adanya kebutuhan untuk perubahan, maka Presiden berhak mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Perkuat Kemitraan Strategis, Presiden Prabowo: Indonesia dan Australia Teken Kesepakatan Penting di Bidang Pertahanan dan Keamanan

“Siapa pun tidak punya kewenangan untuk membatasi kewenangan presiden ini. Penilaiannya tentu murni dari beliau. Bisa saja berdasarkan evaluasi pribadi atau bisa juga atas masukan orang lain yang dinilainya benar,” kata Saleh di Jakarta, Sabtu.

Ketua Komisi VII DPR RI ini juga menyadari bahwa setiap keputusan reshuffle pasti akan memicu ketidakpuasan bagi pihak tertentu. Namun, ia menekankan bahwa semua pihak harus menghormati dan mengikuti keputusan final Presiden.

“Bisa saja orang itu berharap Prabowo mengganti seseorang yang dianggap tidak mampu. Tapi, pada kenyataannya ternyata yang diganti adalah orang yang dianggapnya rajin dan berhasil,” tambahnya.

Baca Juga:  Prabowo-Dasco Bertemu di Istana, Bahas Stabilitas Ekonomi dan Pemulihan Bencana Sumatra

Tantangan Besar Mewujudkan Astacita

Mengenai posisi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh mengungkapkan harapan agar sosok pengganti dalam kabinet memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Hal ini menjadi krusial karena pemerintah masih menghadapi banyak pekerjaan rumah yang harus segera tuntas.

Ia mengingatkan bahwa tantangan saat ini bukan sekadar pekerjaan rutin. Pemerintah harus fokus dalam melaksanakan dan membumikan visi Astacita Prabowo-Gibran agar dampaknya terasa oleh masyarakat luas.

“Tidak hanya pekerjaan rutin seperti biasa. Tetapi ada tantangan besar yaitu melaksanakan dan membumikan Astacita Prabowo-Gibran. Selain itu, ada juga musibah di Sumatera yang memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat serius,” ucap Saleh.

Baca Juga:  Indonesia dan Ratu Máxima Belanda Sepakat Percepat Kesehatan Finansial Nasional

Selain masalah domestik, Saleh meyakini Presiden Prabowo ingin Indonesia tampil menonjol di kancah internasional. Ia berharap kerja sama dengan berbagai negara dapat terwujud secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Kita tunggu saja bagaimana keputusannya nanti. Apa pun yang diputuskan, semoga dapat membawa kebaikan bagi semua,” tutupnya.

#ReshuffleKabinet #PrabowoSubianto #SalehDaulay #Astacita #PolitikIndonesia #PAN

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *