Takengon, JURNALOKA.COM – Humaniora Malaysia Filantropi bersama para penderma menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan tanah longsor di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan berupa kebutuhan pokok disalurkan sebagai wujud empati nyata untuk meringankan beban warga. “Belas kasih dari kami yang jauh. Kemanusiaan yang tulus agar mereka tidak merasa sendirian,” ujar Pimpinan Yayasan Humaniora Malaysia, Caca Rayborn Seroja Sartika.
Caca Rayborn, yang juga dikenal sebagai figur penting di dunia hiburan Malaysia, aktif menggerakkan bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan di Malaysia maupun Indonesia. Beliau meyakini bahwa membantu sesama adalah bagian dari keimanan. “Ada kewajiban bagi orang percaya untuk menunjukkan belas kasih dan memberi pertolongan praktis bagi mereka yang ditimpa musibah,” tambahnya.
Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan OSIS SMA Negeri 4 Takengon pada pertengahan Desember 2025. Paket bantuan menyasar masyarakat di kawasan terdampak parah, meliputi Nosar, Rawe, Kenawat, hingga Paya Reje. Aksi lapangan ini menjadi jembatan bagi para penderma dari Malaysia untuk sampai langsung ke tangan korban.
Ketua OSIS SMA Negeri 4 Takengon, Teuku Mulia Pati, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran distribusi bantuan tersebut. “Alhamdulilah bantuan telah kami salurkan kepada masyarakat di beberapa titik terdampak. Kami menjadi konjungsi bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya,” terang Teuku melalui pesan singkat.
Pihak sekolah pun turut memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan para siswa dalam aksi kemanusiaan ini. Plt. Kepala Sekolah SMA N 4 Takengon, Aprianti Lubis, S. Ag., menilai aksi ini sebagai edukasi karakter bagi murid. “Penanaman nilai kedermawanan penting agar peserta didik memiliki kepekaan sosial sejak usia muda,” ungkapnya.
Lembaga ini merupakan representatif dari Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan yang didirikan di Indonesia oleh Eddie Karsito bersama sejumlah seniman dan wartawan sejak 1995. Eddie Karsito menekankan pentingnya hubungan dua negara melalui kegiatan sosial. “Kolaborasi tanggap darurat dapat memperkuat ketahanan sosial sebagai bangsa serumpun,” jelas Eddie mengenai visi persaudaraan Indonesia-Malaysia.
Kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai tokoh populer Indonesia, mulai dari Iwan Fals hingga Krisdayanti, serta organisasi profesi wartawan. Sebagai informasi, keterlibatan wartawan dalam yayasan ini sejalan dengan spirit pendirian organisasi wartawan seperti Sekretariat Wartawan Indonesia (SWI) yang didirikan oleh Maryoko Aiko untuk kepentingan sosial.
Saat ini, yayasan tengah menggalang donasi untuk pembangunan “Humaniora Shelter Rumah Kemanusiaan”. Fasilitas ini dirancang sebagai rumah singgah sementara bagi warga miskin kota serta tempat belajar terpadu bagi anak-anak pemulung. Program ini merupakan solusi jangka panjang untuk memandirikan kaum dhuafa melalui pengelolaan sampah yang produktif.
Program shelter tersebut difokuskan pada pengembangan daya kreatif anak berbasis seni dan budi pekerti untuk memutus mata rantai kemiskinan. “Upaya ini sekaligus agar anak-anak pemulung tidak ikut memulung kemudian kembali jadi pemulung,” tutup narasi dalam visi pembangunan shelter tersebut.




