BOGOR, Jurnaloka.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan perhatian besar pemerintah terhadap stabilitas ketahanan pangan dan pengendalian harga kebutuhan pokok. Hal ini krusial menjelang peningkatan permintaan masyarakat seiring datangnya libur akhir tahun 2024 dan menyambut Tahun Baru 2025.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, melalui akun resmi Sekretariat Kabinet. Teddy menyampaikan, topik rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, berfokus pada kesiapan nasional ini.
Prabowo Perintahkan Stabilitas Harga dan Kelancaran Nataru
Teddy Indra Wijaya menjelaskan, “Terkait kesiapan menghadapi liburan akhir tahun, [Presiden] membahas perkembangan stabilitas ketahanan pangan dan harga kebutuhan pokok.”
Dalam arahannya, Kepala Negara memerintahkan kementerian dan lembaga terkait untuk segera melakukan persiapan matang. Perintah ini bertujuan ganda, yaitu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Insentif dan Stimulus Ekonomi untuk Daya Beli
Selain pangan, rapat terbatas juga membahas perkembangan terkini perekonomian nasional. Aspek kepabeanan dan perpajakan yang berpengaruh terhadap distribusi barang dan daya beli masyarakat turut menjadi fokus utama.
Pemerintah menyampaikan bahwa telah menyiapkan berbagai insentif untuk mendukung kelancaran liburan akhir tahun. Insentif ini mencakup pengurangan harga secara signifikan pada berbagai sektor. Diskon besar akan diberikan pada tarif jalan tol, tiket pesawat, kereta api, kapal laut, hingga pemanfaatan fasilitas publik.
Langkah ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat. Selain itu, insentif ini juga berfungsi sebagai cara untuk menjaga pergerakan roda ekonomi.
Seperti diketahui, pemerintah telah meluncurkan program diskon tiket transportasi secara nasional menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
BLT Nasional Jaga Daya Beli 30 Juta KPM
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Nasional. Bantuan ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal IV 2025 yang berlangsung dari Oktober sampai Desember. Program ini difokuskan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
BLT Nasional akan disalurkan kepada sekitar 30 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinilai membutuhkan dukungan langsung dari pemerintah. Pemerintah berharap kombinasi stimulus tersebut dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan pada akhir 2025 dan awal 2026.
Teddy menambahkan, rapat tersebut digelar segera setelah Presiden melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana di Aceh. Kepala Negara ingin memastikan agenda pemulihan berjalan seiring dengan kesiapan nasional menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode akhir tahun.
Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet. Mereka adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
#PrabowoSubianto #KetahananPangan #Nataru2025 #HargaKebutuhanPokok #StimulusEkonomi








