Hukum  

Ponsel dan Laptop Mahasiswa Tewas di Unud Akhirnya Diperiksa Polisi

Polda Bali Selidiki Perangkat Digital TAS (22) untuk Pastikan Penyebab Kematian: Bunuh Diri, Kecelakaan, atau Pidana. CCTV Lantai 4 Tak Sorot Lokasi Kejadian.

Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Natalius Pigai didampingi Rektor Universitas Udayana Prof I Ketut Sudarsana mengangkat poster berisi kampanye anti perundungan saat di Kampus Universitas Udayana, Sudirman, Denpasar, Bali, Jumat (24/10/2025). Kematian Mahasiswa UNUD diselidiki PolisiANTARA/Rolandus Nampu.
Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Natalius Pigai didampingi Rektor Universitas Udayana Prof I Ketut Sudarsana mengangkat poster berisi kampanye anti perundungan saat di Kampus Universitas Udayana, Sudirman, Denpasar, Bali, Jumat (24/10/2025). Kematian Mahasiswa UNUD diselidiki PolisiANTARA/Rolandus Nampu.

Denpasar, Jurnaloka.com – Kepolisian Daerah (Polisi Daerah) Bali kini tengah memeriksa ponsel dan laptop milik TAS (22), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, yang tewas ditemukan setelah terjatuh dari lantai empat gedung kampusnya di Denpasar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Ariasandy, di Denpasar pada Sabtu (25/10/2025), mengatakan dua perangkat digital milik korban diperiksa untuk mendalami penyebab pasti meninggalnya TAS.

“Ada perangkat dari korban yang kami berusaha di dalamnya, untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda penyebab terkait melakukan bunuh diri.Itu ponsel dan laptop,” jelas Ariasandy.

Baca Juga:  DPR Kecam Keras Tragedi MBG Tabrak Siswa di SDN Kalibaru: Pengemudi & SPPG Wajib Tanggung Jawab Hukum!

Proses penyidikan sempat mengalami kendala. Ariasandy mengungkapkan bahwa awalnya pihak kepolisian tidak bisa mengakses informasi dari ponsel dan laptop TAS karena adanya izin dari pihak keluarga. Terlebih lagi, ibu korban diketahui telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak memproses proses tersebut di jalur hukum dan menerima kematian TAS sebagai takdir.

Namun, setelah dilakukan pendekatan dan pemberian penjelasan yang mendalam oleh pihak kepolisian, akhirnya ponsel dan laptop milik TAS diserahkan untuk dilelang oleh Direktorat Reserse Siber Polda Bali.

Hingga kini, Kombes Sandy menyatakan Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua perangkat tersebut. Tujuannya adalah untuk menganalisis apakah ada hubungan antara kematian TAS dengan pola komunikasi atau isi yang ada di dalam perangkat, atau sebaliknya tidak ada hubungan yang sama sekali.

Baca Juga:  Gelar perkara khusus soal ijazah Jokowi ditunda jadi 9 Juli

“Masih kami selidiki, begitu sudah selesai, baru kami bisa memastikan apakah kejadiannya ada indikasi kejahatan, dia kecelakaan, atau dia memang benar-benar bunuh diri,” kata Ariasandy, seraya menyatakan akan membuka penyelidikan tersebut kepada publik setelah rampung.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga telah memeriksa rekaman CCTV Gedung FISIP Unud yang mencakup rentang tanggal 15 hingga 20 Oktober 2025. Hasilnya, polisi menyatakan tidak dapat melihat lokasi yang diduga menjadi tempat korban jatuh. Tiga CCTV statistik yang berada di lantai 4 gedung tersebut hanya menyorot ke arah tangga dan bangunan, namun tidak satu pun yang menyorot lokasi tempat korban diduga bd.

Baca Juga:  Polisi temukan petunjuk awal pelaku penembakan WNA Australia di Bali

#MahasiswaUnud #PoldaBali #FISIPUnud #BunuhDiri #PenyelidikanPolisi #KematianMisterius #UUITE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *